FAREL, SISWA BERGELAR MASTER HIPNOTIS DAN PENEKUN METAFISIKA, SOSIALISASIKAN HIPNOTIS SEBAGAI PROFESI MULIA BERSAMA RADIO MALOWOPATI FM BOJONEGORO
BOJONEGORO, 10 Oktober 2026– Dunia hipnotis dan metafisika menjadi topik menarik dalam siaran "Cakrawala Pagi " Radio Malowopati FM 95,8 MHz Bojonegoro, Sabtu (10/10/2026).
Menghadirkan Farel Laksamana Ro’uf, seorang pelajar yang telah menyelesaikan pendidikan Master Hypnotis dan aktif sebagai Sekretaris DPC Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Bojonegoro, acara tersebut dipandu oleh penyiar legendaris Mbah Dul.
Diskusi berlangsung menarik dengan mengangkat tema "Hipnotis Profesi Mulia", sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa hipnotis tidak selalu berkaitan dengan pertunjukan atau hal-hal mistis, tetapi juga memiliki penerapan dalam bidang komunikasi, pengembangan diri, dan hipnoterapi.
Farel Ceritakan Perjalanan Menekuni Dunia Hipnotis
Dalam kesempatan tersebut, Farel memaparkan perjalanan panjangnya mempelajari ilmu hipnotis, mulai dari tingkat Fundamental, Advance, hingga meraih gelar Master Hypnotis.
Menurut Farel, pendidikan awalnya dimulai melalui pelatihan Fundamental Hypnosis yang dibimbing oleh Master Purnawirawan Mayor Ondi. Pada tahap ini, dirinya mempelajari dasar-dasar hipnotis, teknik induksi, pemberian sugesti sederhana, serta pengenalan street hypnosis
Selanjutnya, Farel mengikuti pendidikan tingkat Advance bersama Master Fauzan, yang disebutnya memiliki keahlian dalam bidang psikologi.
Pada tahapan tersebut, Farel mulai mendapatkan pengenalan dan pelatihan mengenai hipnoterapi, termasuk bagaimana teknik hipnosis dapat digunakan untuk membantu seseorang dalam proses pengembangan diri dan penanganan permasalahan tertentu sesuai kompetensi praktisi.
Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut hingga tingkat Master Hypnotis, yang dibimbing langsung oleh Founder IHC, Avifi Arka, Ph.D.
"Pada tahapan Master Hypnotis, saya mendapatkan rangkaian pembelajaran lanjutan yang lebih lengkap. Mulai dari pendalaman teknik hipnotis, penguasaan sugesti, hingga pemahaman mengenai berbagai pendekatan dalam praktik hipnosis," ungkap Farel.
Dalami Ultra Height dan Metafisika Hipnotis
Tidak berhenti pada pendidikan Master Hypnotis, Farel mengaku terus memperdalam pengetahuannya dengan mengikuti pelatihan Ultra Height di IHC.
Menurut penuturannya, Ultra Height merupakan pendekatan yang dipelajarinya untuk mengeksplorasi kesadaran diri dan mengakses apa yang dalam metode tersebut disebut sebagai kebijaksanaan tertinggi dalam diri seseorang.
Dalam pelatihan yang dikembangkan melalui IHC dengan Founder Avifi Arka, Ph.D., Farel mengaku memperoleh pengalaman baru dalam memahami potensi kesadaran dan kemampuan dirinya.
"Melalui Ultra Height, saya belajar bagaimana memahami diri lebih dalam, menggali potensi, serta mendapatkan sudut pandang yang menurut pengalaman pribadi saya dapat membantu menentukan langkah ke depan," jelasnya.
Ketertarikannya terhadap eksplorasi kesadaran juga membawa Farel mempelajari metafisika hipnotis, khususnya teknik **Out of Body Experience (OOBE)** bersama Master Acelendra dari Bali.
Farel menggambarkan pengalaman OOBE sebagai sensasi yang menyerupai konsep *meraga sukma*, yaitu pengalaman subjektif seolah-olah kesadaran berada di luar tubuh fisik.
Dalam penuturannya, pengalaman tersebut dapat terasa seperti melakukan perjalanan menuju tempat tertentu atau bertemu seseorang sesuai niat yang dibangun dalam proses latihan.
Meski demikian, pengalaman OOBE merupakan fenomena kesadaran subjektif. Secara ilmiah, pengalaman tersebut belum membuktikan bahwa kesadaran benar-benar meninggalkan tubuh atau dapat melakukan perjalanan secara fisik.
Farel menegaskan bahwa apa yang disampaikannya merupakan pengalaman pribadi selama mengikuti pelatihan.
"Alhamdulillah, selama mempelajari Ultra Height dan OOBE saya merasa mendapatkan kelancaran. Tetapi saya menyadari masih harus terus belajar dan tetap membutuhkan bimbingan dari para pelatih," tuturnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pembimbing yang telah memberikan pengetahuan dan pengalaman selama proses pendidikannya.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada para master dan pelatih yang telah membimbing saya. Mohon maaf apabila dalam penyampaian saya terdapat kekurangan atau kekeliruan. Sekali lagi, apa yang saya sampaikan ini merupakan pengalaman dan sudut pandang pribadi saya," tambah Farel.
Hipnotis Perlu Dikenalkan Secara Positif kepada Masyarakat
Dalam dialog tersebut, Farel juga berharap masyarakat semakin memahami bahwa hipnotis merupakan bidang keterampilan yang dapat dipelajari secara sistematis dan bertanggung jawab.
Menurutnya, kemampuan hipnosis hendaknya digunakan untuk tujuan positif, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat ataupun melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Hipnotis dapat dimanfaatkan dalam komunikasi, relaksasi, pengembangan diri, dan melalui hipnoterapi oleh tenaga yang memiliki kompetensi sesuai kewenangannya.
Karena itu, edukasi menjadi penting agar masyarakat mampu membedakan praktik hipnosis yang bertanggung jawab dengan penyalahgunaan istilah hipnotis untuk tindakan penipuan atau kejahatan.
### Mbah Dul: Pemuda Bojonegoro Punya Banyak Potensi Luar Biasa
Sementara itu, penyiar senior Radio Malowopati FM, Mbah Dul, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat generasi muda Bojonegoro yang berani mengembangkan bakat dan kemampuan di berbagai bidang.
Menurutnya, pengalaman Farel menjadi salah satu contoh bahwa anak muda dapat memiliki ketertarikan pada bidang pengetahuan yang tidak selalu umum dipelajari oleh pelajar seusianya.
Mbah Dul juga mengungkapkan rencananya untuk mempertemukan Farel dengan pemuda-pemuda Bojonegoro lainnya yang mempunyai bakat, kemampuan, dan keahlian berbeda.
"Nanti akan kita pertemukan dengan pemuda-pemuda Bojonegoro yang memiliki kelebihan dan bakat masing-masing. Supaya mereka bisa saling mengenal, bertukar pengalaman, dan mengetahui dunia serta keahlian yang berbeda. Ini menarik," pungkas Mbah Dul.
Generasi Muda Tidak Boleh Berhenti Belajar
Kehadiran Farel dalam siaran Radio Malowopati FM Bojonegoro menjadi ruang bagi generasi muda untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan bidang keilmuan yang ditekuninya kepada masyarakat.
Sebagai pelajar yang juga aktif dalam kegiatan organisasi, Farel berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda agar tidak takut mempelajari hal baru, selama dilakukan dengan bertanggung jawab dan tetap mengutamakan pendidikan.
Baginya, memperoleh gelar atau sertifikat bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab untuk terus meningkatkan kemampuan.
"Ilmu itu harus terus dipelajari. Saya sendiri masih belajar dan masih membutuhkan banyak bimbingan. Semoga apa yang saya pelajari bisa memberikan manfaat bagi orang lain," tutup Farel.
Siaran bersama Mbah Dul tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pemuda Bojonegoro melalui media penyiaran publik, serta mengajak masyarakat melihat dunia hipnotis secara lebih terbuka, kritis, dan edukatif.


Komentar
Posting Komentar