Victoria A.R. Siap Maju dalam Kontestasi Ketua OSIS SMAN 1 Kalitidu 2026/2027, Usung Sekolah Hijau hingga Digitalisasi Pembelajaran

 

Victoria A.R. Siap Maju dalam Kontestasi Ketua OSIS SMAN 1 Kalitidu 2026/2027, Usung Sekolah Hijau hingga Digitalisasi Pembelajaran

Kalitidu, Bojonegoro — Victoria A.R. menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kalitidu periode 2026/2027. Sejumlah gagasan telah dipersiapkan, mulai dari pengelolaan lingkungan dan sampah, penguatan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, olahraga dan e-sport, seni budaya, hingga peningkatan program keimanan, ketakwaan, dan bela negara.

Saat ditemui media, Victoria menyampaikan bahwa keinginannya maju bukan sekadar untuk mendapatkan jabatan, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar memimpin sekaligus mengabdikan diri bagi sekolah.

“Saya punya cita-cita ingin membaktikan diri melalui OSIS SMA Negeri 1 Kalitidu. Bagi saya, menjadi Ketua OSIS bukan hanya soal jabatan, tetapi bagaimana kita bisa bekerja bersama dan menghadirkan program yang benar-benar bermanfaat bagi siswa dan sekolah,” ujar Victoria.

Dukung Adiwiyata dengan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Salah satu program yang menjadi perhatian Victoria adalah mendukung langkah SMA Negeri 1 Kalitidu menuju sekolah Adiwiyata. Menurutnya, persoalan lingkungan harus dikelola secara nyata, terencana, dan berkelanjutan.

Ia menggagas pengelolaan sampah organik yang diintegrasikan dengan tanaman produktif di lingkungan sekolah. Sampah daun dan bahan organik lainnya dapat diolah menggunakan compost maker dan komposter, kemudian hasilnya dimanfaatkan untuk budidaya sayuran maupun tanaman produktif.

Konsep tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi model integrated farming skala kecil di lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar teori mengenai lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pemilahan sampah, pengomposan, pemanfaatan kompos, hingga budidaya tanaman.

“Lingkungan yang sehat akan membuat kita belajar dengan lebih aman dan nyaman. Sampah jangan hanya dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang. Kalau dikelola dengan baik, justru bisa memiliki manfaat dan nilai,” jelasnya.

Untuk sampah plastik, Victoria menawarkan pendekatan pemilahan dan kerja sama dengan pihak yang kompeten, termasuk pengepul atau mitra pengelola sampah. Ia juga ingin mendorong kajian dan edukasi mengenai pemanfaatan limbah plastik melalui teknologi pengolahan yang aman dan sesuai ketentuan.

Menurut Victoria, pengelolaan sampah sekolah akan semakin efektif apabila tersedia sarana angkut mandiri.

Class Meeting Lebih Variatif, E-Sport Ikut Dikembangkan

Di bidang olahraga, Victoria menilai program class meeting yang berjalan pada kepengurusan OSIS sebelumnya sudah baik dan perlu dilanjutkan.

Namun, ia ingin membuat kegiatan tersebut semakin variatif. Selain futsal, bola voli, badminton, dan cabang olahraga lainnya, Victoria mengusulkan e-sport menjadi salah satu cabang yang dapat dipertimbangkan dalam kegiatan antarkelas.

Menurutnya, program baru tidak harus menghilangkan program lama yang sudah berjalan baik. Prinsip yang ingin dibawanya adalah melanjutkan yang baik sekaligus menghadirkan inovasi baru sesuai perkembangan minat siswa.

WiFi OSIS Ditargetkan Menjangkau Seluruh Kelas

Victoria juga memberikan perhatian pada program WiFi OSIS yang telah dirintis dan dapat dinikmati di beberapa area sekolah.

Apabila mendapatkan kepercayaan, ia ingin mengupayakan perluasan jangkauan WiFi sehingga secara bertahap dapat menjangkau seluruh kelas.

“WiFi bukan untuk ajang bermain. Kita ingin fasilitas ini benar-benar menunjang proses belajar. Sekarang pembelajaran sangat dekat dengan teknologi, mulai mencari referensi, mengakses materi, sampai mengikuti pembelajaran dan les secara online,” katanya.

Karena itu, perluasan jaringan internet menurutnya harus diikuti dengan penggunaan yang bertanggung jawab dan tetap berada dalam pengawasan serta kebijakan sekolah.

GGS Lebih Semarak dengan Dukungan Sponsor

Program GGS (Gelar Gaya SMANSAKABO) juga masuk dalam gagasan pengembangan Victoria.

Ia ingin GGS semakin menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas, bakat, keberanian tampil, dan kekompakan antarkelas.

Untuk menambah semarak kegiatan, Victoria mengaku telah berkomunikasi dengan pihak sponsor yang menyatakan kesiapan memberikan dukungan berupa doorprize pada pelaksanaan GGS mendatang.

Menurutnya, kemampuan OSIS membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai pihak dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mengembangkan kegiatan sekolah, tentunya dengan persetujuan dan koordinasi pihak sekolah.

Gagas Kelompok Sadar Wisata dan Sadar Budaya OSIS

Di bidang seni dan budaya, Victoria mempunyai gagasan membangun kolaborasi lebih luas dengan instansi terkait, khususnya bidang pariwisata dan kebudayaan.

Salah satu gagasannya adalah membentuk wadah kegiatan siswa berupa Kelompok Sadar Wisata OSIS dan Kelompok Sadar Budaya OSIS.

Wadah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa yang memiliki ketertarikan terhadap seni, budaya, sejarah lokal, pariwisata, serta potensi daerah.

“Dengan izin dan arahan sekolah, kita ingin berkomunikasi dengan dinas terkait. Kita lihat program apa yang memungkinkan untuk dikolaborasikan dan memberikan pengalaman kepada siswa,” ungkap Victoria.

Keimanan, Ketakwaan, dan Bela Negara Tetap Menjadi Perhatian

Victoria menegaskan bahwa inovasi program tidak berarti meninggalkan pembinaan karakter. Program keimanan dan ketakwaan yang telah berjalan akan diteruskan dan ditingkatkan melalui semangat gotong royong, kebersamaan, toleransi, dan kepedulian antarsiswa.

Demikian pula dengan program bela negara dan Paskibraka.

Ia mengapresiasi kepengurusan OSIS sebelumnya yang telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan kegiatan Paskibraka, termasuk dukungan perlengkapan bagi sekolah.

“Program yang sudah bagus jangan dihentikan hanya karena berganti kepengurusan. Justru harus kita lanjutkan dan, kalau memungkinkan, kita tingkatkan,” tegasnya.

Sponsor Siapkan Kendaraan Roda Tiga untuk Program Lingkungan

Ada satu hal menarik yang disampaikan Victoria di penghujung wawancara.

Sambil tersenyum dan berbicara pelan kepada wartawan, ia mengungkapkan bahwa salah satu pihak yang tertarik dengan konsep pengelolaan lingkungan yang dibawanya telah menyampaikan komitmen untuk mendukung program tersebut.

“Mas wartawan, saya punya sponsor yang menyampaikan kesiapan menghibahkan kendaraan roda tiga untuk mendukung pengelolaan sampah OSIS apabila saya terpilih. Mereka menyampaikan itu karena percaya dengan program yang saya bawa,” ungkap Victoria.

Menurutnya, dukungan tersebut nantinya tetap harus melalui koordinasi, persetujuan, dan mekanisme yang ditetapkan pihak sekolah.

Victoria menyadari bahwa berbagai gagasan tersebut tidak mungkin diwujudkan seorang diri. Karena itu, ia menempatkan komunikasi dan kolaborasi sebagai salah satu kunci utama apabila nantinya mendapatkan amanah.

“Semua ini tidak bisa berjalan hanya karena Ketua OSIS. Harus ada komunikasi dengan pimpinan sekolah, bapak-ibu guru, pengurus OSIS, teman-teman siswa, sponsor, alumni, serta pihak-pihak terkait. Kalau ada kebersamaan dan gotong royong, saya yakin program yang baik bisa kita wujudkan bersama,” pungkas Victoria.

Victoria A.R. — membawa gagasan, membangun kolaborasi, dan menyiapkan aksi nyata untuk SMAN 1 Kalitidu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISNU PAC Kalitidu Siap Gelar Pelatihan Pembuatan Sosis Bahan Ikan

ISNU PAC Kalitidu Rencanakan Gelar Pelatihan Gratis Bagi UMKM Warga NU di Kalitidu

Direktur RSM NU Muna Anggita Ucapkan Selamat Atas kesuksesan PC Fatayat NU Bojonegoro Gelar Konfercab