Native Speaker Asal Amerika Berbagi Motivasi di SMAN 1 Kalitidu, Victoria Ajukan Pertanyaan Kritis tentang Pendidikan
Native Speaker Asal Amerika Berbagi Motivasi di SMAN 1 Kalitidu, Victoria Ajukan Pertanyaan Kritis tentang Pendidikan
BOJONEGORO – SMAN 1 Kalitidu menggelar seminar motivasi dan pembelajaran bahasa Inggris interaktif bersama seorang penutur asli (native speaker) asal Amerika Serikat, Miss Lucy, di Gedung Garuda Wisnu Kencana (GWK), Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang diikuti siswa-siswi kelas X dan XI tersebut mengangkat tema "How Can We Study English Effectively" dan "How Can We Help Each Other Learn English". Seminar bertujuan memberikan motivasi sekaligus membekali peserta dengan strategi belajar bahasa Inggris yang efektif melalui pengalaman langsung dari seorang penutur asli.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda di era globalisasi.
"Anak-anakku sekalian, bahasa Inggris bukan lagi sekadar mata pelajaran untuk memenuhi nilai rapor atau syarat kelulusan. Di era globalisasi saat ini, bahasa Inggris adalah kunci utama dan alat vital untuk membuka jendela dunia. Jika kalian menguasai bahasa internasional ini, kalian akan memiliki kesempatan luas untuk bersaing di tingkat global, mengakses ilmu pengetahuan tanpa batas, dan meraih beasiswa impian di masa depan. Ibu berharap, melalui seminar bersama Miss Lucy ini, SMAN 1 Kalitidu dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cakap dan percaya diri dalam berkomunikasi dengan dunia luar," ujar Ninis.
Seminar turut didampingi guru Bahasa Inggris Nur Italusanti, S.Pd. dan Moh. Dinarto, S.Pd., beserta para guru lainnya.
Dalam penyampaiannya, Nur Italusanti, S.Pd. mengajak seluruh siswa memanfaatkan kesempatan langka tersebut.
"Kehadiran Miss Lucy di sini adalah kesempatan emas bagi kita semua. Miss Lucy is here to give you all motivation about English education, jadi manfaatkan momen ini dengan maksimal untuk belajar langsung dari penutur asli," ujarnya.
Selama seminar, Miss Lucy mengajak siswa aktif berdiskusi dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing akan berkembang apabila terus dipraktikkan tanpa takut melakukan kesalahan.
Ia juga menekankan bahwa kepercayaan diri (confidence) merupakan kunci utama dalam menguasai bahasa Inggris.
"Jangan takut salah grammar. Semakin sering kalian berbicara dan berlatih, kemampuan bahasa Inggris akan berkembang dengan sendirinya," pesannya.
Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi tanya jawab. Tiga siswa, yakni Dimas, Cahaya, dan Victoria, mendapat kesempatan berdialog langsung menggunakan bahasa Inggris dengan Miss Lucy.
Pertanyaan yang paling menarik perhatian datang dari Victoria, yang mengajukan dua pertanyaan kritis mengenai perbedaan sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Indonesia, serta pandangan Miss Lucy terhadap perkembangan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro.
Victoria bertanya:
"What is the most significant difference between education in America and in Indonesia? And what is your opinion about education in Bojonegoro?"
Menanggapi pertanyaan tersebut, Miss Lucy menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pendekatan pembelajaran di kedua negara.
"Di Amerika, kami fokus pada diskusi kelompok, berpikir kritis, dan bebas berpendapat tanpa takut salah. Sedangkan di Indonesia, fokusnya sering kali masih pada nilai ujian tertulis dan siswanya cenderung pemalu di kelas," jelasnya.
Mengenai pendidikan di Bojonegoro, Miss Lucy mengaku sangat terkesan dengan kemampuan dan keberanian para siswa.
"Keberanian Victoria, Dimas, dan Cahaya maju ke depan adalah bukti nyata bahwa pendidikan di Bojonegoro sudah sangat maju dan siap bersaing. Teruslah berlatih tanpa rasa takut," ungkapnya penuh semangat.
Menutup kegiatan, Moh. Dinarto, S.Pd. memberikan motivasi kepada seluruh peserta dalam bahasa Inggris.
"Do not let what you learned today just fade away. Let's build a supportive learning environment in our classrooms. Practice your English every single day, help each other, and never be afraid of making mistakes! You can do it!"
Seminar berlangsung penuh semangat, interaktif, dan mendapat sambutan positif dari para siswa. Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Kalitidu berharap peserta didik semakin percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, memiliki wawasan global, serta termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja di masa depan.

Komentar
Posting Komentar