Peran Aktif Pengurus Dan Anggota OSIS
Opini:
Farel Laksamana Ro’uf, Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kalitidu Periode 2025–2026
Bagi saya, OSIS bukan sekadar organisasi di sekolah. OSIS adalah tempat saya belajar, bertumbuh, dan memahami bagaimana cara bermasyarakat dalam lingkungan yang lebih kecil sebelum nantinya terjun ke masyarakat luas. Meskipun di luar sekolah saya juga aktif di berbagai organisasi seperti PKHI (Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia), IPSI, dan beberapa organisasi lainnya, OSIS tetap menjadi ruang pembelajaran yang paling dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari.
Dalam perjalanan saya, ada beberapa pandangan sempit yang sering saya temui, misalnya anggapan bahwa yang harus aktif hanyalah pengurus OSIS. Pandangan ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Pengurus memang memiliki tanggung jawab lebih besar dan tentu diharapkan berkomunikasi serta berkontribusi lebih aktif.
Namun, kita juga tidak boleh melupakan bahwa seluruh siswa yang terdaftar sebagai anggota OSIS memiliki hak yang sama untuk terlibat. Anggota OSIS pun bisa dan berhak memberikan kontribusi demi menyukseskan program-program OSIS, sesuai peran dan porsinya masing-masing.
Karena itu, bagi saya kontribusi di OSIS tidak perlu dipisahkan secara kaku antara pengurus dan anggota. Keduanya adalah satu kesatuan yang sama-sama bisa memberi dampak positif.
Mari bersama-sama kita sukseskan setiap program OSIS. Mari jadikan OSIS sebagai ruang berkembang, ruang berkolaborasi, dan ruang berkontribusi bagi seluruh siswa SMA Negeri 1 Kalitidu.

Komentar
Posting Komentar